Desa Inegena
Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada
PENGOLAHAN KEMIRI BUMDES MAJU BERSAMA DESA INEGENA
Pengelolaan kemiri oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama di Desa Inegena merupakan langkah strategis yang sangat potensial dalam mengoptimalkan komoditas lokal demi kesejahteraan masyarakat. Desa Inegena, yang kaya akan hasil perkebunan kemiri, kini perlahan mampu mengubah tantangan ekonomi menjadi peluang berkat intervensi BUMDes.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai pengelolaan kemiri di BUMDes Maju Bersama Desa Inegena:
1. Latar Belakang dan Potensi Lokal
Sebelum BUMDes bergerak aktif, masyarakat Desa Inegena umumnya menjual hasil panen kemiri dalam bentuk gelondongan (belum dikupas) kepada tengkulak dengan harga yang fluktuatif dan cenderung rendah. Kehadiran BUMDes Maju Bersama menjadi angin segar untuk memutus rantai tengkulak tersebut dan memberikan nilai tambah (value added) pada komoditas unggulan ini.
2. Strategi Pengelolaan BUMDes Maju Bersama
BUMDes Maju Bersama menerapkan beberapa pola pengelolaan untuk memastikan keberlanjutan usaha:
-
Penyandaran Harga yang Adil: BUMDes berfungsi sebagai penyerap hasil panen petani dengan harga beli yang lebih stabil dan adil, sehingga menjaga semangat bertani masyarakat.
-
Proses Pascapanen (Hilirisasi): BUMDes mulai melakukan pengolahan dari sekadar mengupas kulit kemiri secara optimal (menjaga agar persentase kemiri bulat/utuh tetap tinggi) hingga menginisiasi produksi produk turunan seperti minyak kemiri untuk kebutuhan kosmetik dan kesehatan.
-
Manajemen Logistik: Menyediakan gudang penyimpanan yang layak untuk menjaga kadar air kemiri tetap stabil agar tidak mudah berjamur saat disimpan atau dikirim ke luar daerah.
3. Dampak Positif Terhadap Desa
-
Pemberdayaan Perempuan: Proses penyortiran dan pengupasan kemiri banyak melibatkan ibu-ibu rumah tangga di Desa Inegena, sehingga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan domestik keluarga.
-
Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes): Keuntungan dari penjualan kemiri olahan berkontribusi langsung pada kas desa yang nantinya digunakan kembali untuk pembangunan infrastruktur desa.
4. Analisis Tantangan dan Solusi ke Depan
Untuk memaksimalkan performa BUMDes Maju Bersama, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi melalui tabel pemetaan berikut:
| Aspek | Tantangan Saat Ini | Solusi Strategis |
| Teknologi | Proses pengupasan dan pengeringan masih semi-manual, memicu risiko produk pecah dan berjamur. | Pengadaan mesin pengupas (crusher) modern dan fasilitas solar dryer dome. |
| Pemasaran | Jangkauan pasar mayoritas masih bersifat lokal atau terbatas pada pengepul regional. | Digitalisasi pemasaran (masuk ke marketplace) dan sertifikasi P-IRT/BPOM untuk minyak kemiri. |
| Permodalan | Kapasitas serap BUMDes terbatas saat musim panen raya karena keterbatasan dana segar. | Pengajuan kemitraan modal lewat kurasi perbankan atau optimalisasi alokasi Dana Desa. |
Kesimpulan:
Pengelolaan kemiri oleh BUMDes Maju Bersama Desa Inegena sudah berada di jalur yang tepat (on the right track). Langkah hilirisasi dari bahan mentah menjadi produk siap pakai terbukti mampu mendongkrak ekonomi desa. Dengan sedikit sentuhan teknologi modern dan perluasan pasar digital, BUMDes ini sangat berpotensi menjadi motor utama kemandirian ekonomi Desa Inegena.


