Desa Inegena
Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada
PENGABDIAN MASYARAKAT DAN LAYANAN KEPAKARAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG DI DESA INEGENA
Kepala Desa Inegena: Kunjungan ITB dan Pemdes Wolomeze Perkuat Kolaborasi Pengembangan Potensi Kemiri Bajawa Utara – Kepala Desa Inegena, Wilfridus Welo Ngala, menyambut baik kunjungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Pemerintah Desa Wolomeze, Kecamatan Riung Barat,bersama mahasiswa KKNT STIPER Bajawa Flores ke Desa Inegena, Kecamatan Bajawa Utara.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan potensi kemiri sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Menurut Wilfridus Welo Ngala, Desa Inegena terus berupaya mengembangkan potensi kemiri melalui tata kelola yang melibatkan masyarakat dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Bersama.
Pengelolaan yang baik tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai ekonomi hasil kemiri, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemandirian ekonomi desa. "Kami merasa terhormat atas kunjungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB bersama Pemerintah Desa Wolomeze. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat kerja sama dalam mengembangkan potensi lokal. Kami percaya bahwa kemiri memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat," ujar Wilfridus Welo Ngala.
Ia menambahkan bahwa kehadiran perguruan tinggi seperti ITB memberikan semangat baru bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sumber daya lokal. Pendampingan dari kalangan akademisi diharapkan dapat memperkuat aspek teknologi, manajemen usaha, serta strategi pemasaran sehingga produk kemiri memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan berdiskusi mengenai pengelolaan usaha kemiri, mulai dari proses pascapanen, pengolahan, penguatan kelembagaan BUMDes, hingga pengembangan pasar. Peserta juga meninjau langsung aktivitas yang dijalankan BUMDes Maju Bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kemiri.
Di akhir kegiatan, Wilfridus Welo Ngala berharap kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Pemerintah Desa Wolomeze, Pemerintah Desa Inegena, dan BUMDes Maju Bersama. "Kami berharap sinergi ini terus berlanjut melalui pendampingan, penelitian, dan pengembangan inovasi sehingga potensi kemiri benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemajuan desa akan lebih mudah terwujud apabila pemerintah, akademisi, BUMDes, dan masyarakat berjalan bersama dengan semangat gotong royong," tutup Wilfridus Welo Ngala.


